Jumat, 09 Agustus 2013

Bakat-Terlalu-Terpendam (Sulit Digali)

Berhubung Iyel (Adik gue yang tidak gue akui) sedang atit SAKIT, gue jadi pengen cerita soal bakat terpendam gue : membaca kesehatan.

Gue itu punya pengelihatan khusus.

BUKAN INDIGO. BUKAN INDRA KE-6. BUKAN LIAT YANG BEGITU.

Gue bisa mengetahui seseorang lagi sakit atau enggak, hanya dengan melihat. Jadi, lo gak bisa belagak okay di depan gue kalo lagi gak enak badan.

Menurut bokap gue, kemampuan gue itu adalah suatu bakat berharga. Pemberian Tuhan YME. Karena gak semua orang bisa ngelihat seseorang itu lagi sakit atau enggak.

Misal :

Pernah suatu hari gue baru bangun, gue langsung turun ke lantai bawah & mendapati Iyel sedang nonton TV sambil duduk di sofa. (ya iyalah masa sambil nangkring) Gue memandang Iyel tajam. Iyel tidak bekutil BERKUTIK. Iyel mulai risih. Gue langsung menyahut, "KAMU ATIT YA?!". Iyel menjawab, "Sakit? ENGGAK!". Gue tidak mempercayai jawabannya.

Persis seperti yang gue duga, sorenya Iyel demam.

Gue jadi pengen cerita soal kejadian aneh di komplek rumah gue :
Pernah suatu hari, mbak gue (Mbak Siti, tapi minta dipanggil Cindy, tanpa "mbak") sakit. Dia demam, muntah - muntah, & pusing sampe oleng - oleng kalau berdiri. Melihat itu, mama gue curiga. Cindy dilarikan ke rumah sakit & alhasil : dia tifus.

Malam setelah Cindy ke rumah sakit, Iyel mengalami demam, pusing, & gejala lain yang sama dengan Cindy. Mama & Popop gue khawatir Iyel mengalami hal yang sama dengan Cindy. 2 hari kemudian, Iyel dilarikan ke rumah sakit. Alhasil : Dia juga tifus.

Sehari setelah Iyel dilarikan ke rumah sakit, bokap gue mengalami hal yang sama. Yakni demam, pusing, & mual. Mama gue sudah gondok. Akhirnya, bokap gue dilarikan ke rumah sakit.

Malam setelah bokap gue masuk rumah sakit, Mama gue mengalami hal yang mirip...

GUE KOK AMAN...

Besoknya gue mengobrol dengan tetangga - tetangga gue. INI ANEH : Ternyata keluarga tetangga - tetangga gue juga pada kena tifus. Sama seperti keluarga gue, mereka sekeluarga dirawat di rumah sakit.

Tinggal sisa gue...

Waktu itu, gue baru aja nyelesain ujian akhir kelas 8 & lagi sibuk - sibuknya having fun. Kita lagi menghabiskan waktu - waktu akhir kia di kelas 8 sebelum disambut UN kelas 9. Gue jadi nongkrong sana - sini, main sana - sini, ngumpul sana - sini. Pulang sampe rumah, home alone. Kenapa? Karna semua orang di rumah gue MENGINAP di rumah sakit.

Seminggu kemudian, keluarga & tetangga gue sehat kembali & pulang ke rumahnya masing - masing. Gue cukup bersyukur.

"Oh semuanya udah pada sembuh ya... Kayaknya gue aman nih..."

Beberapa hari kemudian, gue mengalami gejala yang aneh. Gue demam berat, muntah - muntah & susah berdiri. Setiap berdiri, rasanya kayak gak bisa stabil. Berasa main tornado di atas kora - kora di dalem rumah miring. COMBO KAN?!

Beberapa hari kemudian dokter menyatakan gue db.

Sebetulnya gue agak bingung. Keluarga & banyak tetangga gue sakitnya tifus. Kenapa gue dapetnya db. Ini dateng dari mana. Siapa yang nularin ke gue. Aneh - aneh aja nih emang...

DB itu bikin lo gak bisa nikmatin betapa enaknya oreo pake susu, atau sushi, atau silver queen almond. SEMUA MAKANAN JADI GAK ENAK + SUNTIK SUNTIK TIAP HARI BUAT BLOOD TEST + GATEL - GATEL.

Dear those who ever got this disease ; GUE BENER KAN?!!

UPS. GUE BELUM SELESAI.
A good thing is :

Di saat dimana trombosit lo mulai naik lagi, dokter akan menganjurkan lo buat makan & minum. TERSERAH MAKANAN APA AJA. POKOKNYA BANYAK MAKAN + BANYAK MINUM.

Demi keselamatan gue, bokap gue rela membeli burger king, mcd, oreo, susu, donat j.co, dan banyak makanan enak setiap pulang kantor.

Tidak masalah buat gue menghabiskan hari - hari sendirian di rumah sakit. Karna yang perlu gue lakukan cuma : Tidur, makan, minum, chatting, makan, tidur, nonton film spesial liburan (waktu itu udah liburan).

However, gue benci semua yang berhubungan dengan anatomi.
Gue tidak pernah melek setiap cabut gigi. Gue merem setiap disuntik. Gue pingsan waktu pasang infus.

Really wish those kinds of thing NEVER - EVER - EVER - EVER - HAPPEN AGAIN.

Dear friends, GUE BENER KAN?!

INI INTINYA. JANGAN DI-SKIP! INI BAGIAN PALING PENTING : 
Kembali ke bakat terpendam gue.

Melihat bakat terpendam gue, bokap gue jadi gak berhenti - berhentinya bilang ke gue kalau mungkin gue punya bakat jadi dokter. PLEASE BANGET. Cabut gigi aja gue merem, masa jadi dokter? Liat kodok di depan pagar, mending gue gak ke luar rumah! YANG KAYAK GINI?! DOKTER?!! *mati*

Keberanian gue akan film horor setipis tempe, tapi gue tidak takut nonton Final Destination. Gue nonton Final Destination tanpa ekspresi. Beda sama Aulia, pingsan setiap nonton Final Destination.
Melihat keberanian gue, bokap gue jadi tidak berhenti berfikir bahwa gue ada potensi jadi dokter.

Kalau pun gue berpotensi...
Bagaimana kalau gue gak cocok? Bagaimana kalau gue gak suka?

Gue terus - terusan mengingatkan diri gue sendiri bahwa :
Pendapat orang tidak selalu benar kan? Itu cuma pendapat, bukan fakta. Dimana kita bisa dapet fakta? Di diri kita sendiri. Di dalam apa yang kita yakini. However, gue harus buat keputusan. Gue tidak bisa selamanya diombang - ambing. Kalau pun pilihan gue ini akan sulit dijalanin, bukankah Tuhan akan tetap menjaga gue? 

Selasa, 06 Agustus 2013

Manisan Kenangan

Hari ini, gue baru saja kumpul bersama keluarga gue. Seperti tradisi keluarga gue biasanya, mereka akan dengan hot-nya ngobrol tentang masa kecil gue yang katanya lucu. Padahal gue bingung bagian mananya yang lucu, karna menurut gue hal - hal itu memalukan.

Setiap mereka bahas masa kecil gue, mereka selalu tertawa terbahak - bahak. Sebetulnya gue juga ikut ketawa sih saking gelinya. 

Maka dari itu, gue pengen share apa yang mama gue bilang tentang masa kecil gue, barangkali bisa jadi hiburan. Jadi, kata mama gue... 

  • Gue sangat terobsesi oleh Sherina dari film Petualangan Sherina. 
Jaman gue kecil sekecil upil, film Petualngan Sherina itu ngehitz banget. Bahkan ngehitz dalam benak gue. Gue sangat mengidolakan Sherina dan keberaniannya. Gue mengikuti gaya - gaya Sherina seperti ; bawa ransel kemana mana isi coklat cha - cha dalam tupperware, makan coklat cha - cha sambil senderan di pohon, mengendap - ngedap layaknya sembunyi di rumah penculik, naik - naik kursi seolah - olah Sherina yang memanjat pohon, dan lain - lain. Gue sering secara tiba - tiba teriak : "SADAM! AWAS!!" sama seperti Sherina memanggil Sadam dalam filmnya. 

  • Gue adalah anak yang sangat ramah, seperti menyapa Pak Hendro (tetangga depan rumah gue).
Pernah suatu hari gue main sepeda di garasi rumah bersama mbak gue (Mbak Ati. Eits, jangan makan ati... APA SIH). Menjelang sore, Pak Hendro tiba di rumahnya, baru pulang kerja. Gue dengan sok asyiknya nyapa Pak Hendro dan bilang, "Hai, Pak! Baru pulang nih?". Kalau itu terjadi saat gue umur 15 tahun, itu normal. Masalahnya... waktu itu gue umur 2 tahun.

  • Gue tidak bisa mengucapkan kata "OLAHRAGA". 
Gue juga kurang paham apa susahnya bilang "olahaga". Dulu (sampai usia sekitar 5 tahun) gue mengucapkan kata "olahraga" dengan "HORARAGA". Sebetulnya gue agak malu... Tapi sudahlah. Kan sekarang gue udah bisa ngomong "olahraga" dengan becus. Ya gak? (Jangan - jangan enggak...)

  • Gue sering kali mengalami sleep-walking
Bisa dibilang sleep-walking gue agak berlebihan. GUE INGET BANGET KEJADIAN INI : Gue mimpi ngejatuhin gelas, numpahin air ke lantai, & ngelap airnya dengan kain lap dikosek - kosek pake kaki. Besok paginya gue bangun & bokap gue menjelaskan bahwa semalam, gue menjatuhkan kain lap di muka bokap gue yang tengah bersantai di karpet, & mengosek - ngosek kain lap tersebut dengan kaki gue... di atas muka bokap gue. Ampuni gue, Pop...
  • Gue mengaggap bibi gue (Auntie Egi) layaknya teman gue. 
Gue juga kurang paham kenapa bisa begini. Waktu gue umur 3 tahun, gue sangat - sangat - sangat terobsesi dengan barbie. Gue bermain barbie setiap hari, setiap detik. Auntie Egi yang waktu itu belum berkeluarga sering kali bermain bersama gue. Dengan se-enak-jidat-nya, gue memperlakukan Auntie Egi seperti teman sepantaran. "Egi! Tolong sisirin barbie aku dong!". Bersyukur, Auntie Egi tidak dendam & tidak memusuhi gue hingga detik ini. 

  • Gue sangat ingin punya tas derek. (Itu loh, tas sekolah anak SD yang ada rodanya dan bisa ditarik - tarik anywhere...)
Sayangnya waktu gue TK gue belum butuh barang begituan. Mama gue tidak sudi membelikan gue tas derek. Jadi, dengan berat hati gue membuat tas derek MURNI karya gue sendiri. Berbahan dasar kereta belanja mini hadiah ulag tahun dari bokap + tali rafia digulung - gulung. Jadilah tas derek pertama gue. However, gue sayang banget sama barang aneh itu. Gue bawa keranjang belanjaan beserta tali rafianya kemana pun gue pergi. Freak abis...



KERANJANG BELANJAAN HADIAH ULANG TAHUN DARI BOKAP
+

TALI RAFIA




=
TAS DEREK
                                                                                  

Gue rasa cerita gue udah cukup memalukan. Honestly, gue masih punya banyak banget kejadian epic waktu gue masih kecil, sekecil upil. But I guess I'm done for now. Punggung gue kangen kasur. 

Goodnight, geez. Xoxo. 

xoxo tuh apa sih?
          

Malam dengan Jidat Berkerut (Membanteng = Bullying)

Gue tidak menyangka ada orang yang menyempatkan sedikit dari waktunya untuk :
KOMENTAR DI BLOG INI.

Gue juga bingung harus bilang makasih untuk compliment, atau untuk waktunya. Pokoknya thanks a lot for you, & all of you yang mau liat blog ini. You guys are great<3

So, 00.10. Menit - menit sebelum gue menutup mata (BUKAN KO'ID) dan terlelap dalam alam mimpi gue yang absurd. Terinspirasi dari cerita seorang rekan gue, gue jadi pengen bahas soal satu topik yang ngehits dimana - mana ; Bullying.

"Aduh, Vid. Di sekolah gue tuh yang namanya bullying bukan kayak di film - film. Bukan secara fisik dan bukan labrak - labrakan. Di sekolah gue, yang namanya bullying itu ngejelek - jelekin orang dari belakang. Dan ujungnya, orang yang dijelek - jelekkin itu bakal dijauhin.", jelas teman gue dari sekolah (X-Y)(X+Y). (Itu sensor apa soal matematika?)

Baru dengar bagian itu, rasanya gue udah mau meledak. Sampai gue mendengar bagian...

"Dan temen lo itu jadi bahan omongan mereka."

Gue meletus.

Gue paling gondok sama hal - hal semacam bullying. Apa yang bisa kita banggain dari bullying? Apa kita bakal bahagia dengan bikin orang lain tertekan? Apa dengan orang lain tertekan kita jadi sukses di masa depan? Apa dengan orang lain tertekan kita akan dapat uang segudang? Apa mungkin dengan orang lain tertekan dunia bakal memandang kita tinggi & muka kita menggambarkan kebahagiaan?

Kalau anda pikir begitu, anda tersesat. Dunia justru akan memandang anda rendah, & emotion-icon anda akan menggambarkan ke-madesu-an.

Mendengar teman gue jadi bahan omongan buruk di sekolahnya cukup bikin gue emosi.
Mungkin gue memang tidak punya banyak hak untuk ikut campur. Tapi sekali gue dengar teman gue ini merasa tertekan, gue tidak akan tinggal diam. Maafkan gue. Tapi setiap teman gue adalah bagian dari kebahagiaan gue. Gue gak akan biarin orang dengan mudah merenggut kebahagiaan itu dari gue...

PROK PROK PROK.
Now playing : SMS (Sm*sh Makan So-Nice)

Eh salah.
Now Playing : Warrior - Demi Lovato

Menurut gue, yang namanya bullying itu cuma pelampiasan dari apa yang anak itu rasakan. Gak mungkin seseorang terlahir jahat. Pasti ada latar belakangnya kan? So, kasus bullying memang layak dipertimbangkan lebih dalam, tapi bukan berarti bisa ditolerir kan?

Kenapa hari ini gue serius banget sih.

So, gue rasa bullying itu gak keren sama sekali. Bener sih, dengan bullying kalian bisa ngehitz. Tapi ngehitz jadi anak yang masuk reportase trans tv.

Gimana gambaran orang yang suka bullying di benak orang lain?
Kurang lebih seperti manusia childish yang mencari cara untuk dapat perhatian.

Mereka yang bullying lewat omongan dari belakang?
No offense, I'm so really sorry, but that's so ewh.

Sebetulnya kalau kita cukup punya mental & bukan pengecut, apa yang kita omongin dari belakang adalah : Hal baik dari seseorang, bukan hal buruknya. Gimana dengan hal buruknya? Kita omongin lewat depan.
Kalau kita terus - terusan ngomongin hal buruknya dari belakang, kapan orang itu bisa ngerti akan kesalahannya? Yang ada, kita malah terjerumus ke dalam ke-madesu-an yang sama. Bahkan lebih buruk.

Itu satu dari banyak hal yang gue pelajarin dari Aulia & Bella.

Kembali ke teman gue yang belum tahu bahwa dirinya menjadi bahan ledekkan.

Gue rasa teman gue ini benar - benar gak layak diperlakukan kayak gitu. Mereka yang ngelakuin semua itu cuma belum tahu bagaimana teman gue ini sebenarnya.

Gue hanya bisa berharap teman gue ini selalu menggenggam kebahagiannya. God bless you, bro.
Ada yang berani bikin dia tertekan?
Gue rasa gue benar - benar gak akan tinggal diam.

SO GUYS,
Yang alay kayak begitu harus diberhentiin, dari sekarang.

P.S : Jagoan adalah mereka yang mendapatkan kebahagiaannya tanpa merenggut kebahagiaan orang lain.

PROK PROK PROK.

God bless us... &me.

Senin, 05 Agustus 2013

LOLZ = Laugh - Out - Loud -...Zebra?

First of all, gue rasa gue sedang berada di dalam ketidak-beruntung-an. Hari pertama libur sekolah, gue sakit (KAMP#RET!). Dilatarbelakangi ke-tidak-beruntung-an gue itu, gue jadi tidak bisa bepergian dan party everywhere. Sebetulnya kalau pun gue tidak sakit, gue tetap saja terhalang buat party everywhere karna semua teman gue pergi mudik. Gue tidak se-purik itu sampai - sampai harus party sendirian. Jangan kan buat party, buat gerak dari kasur aja udah pake usaha 1804850280 Newton. APA LAGI KALO PARTY?!

PURIK = tidak punya teman

(P.S : Party buat gue dan Aulia & Bella adalah makan es krim macadamia, nonton film pake DVD bajakan di rumah sambil makan sliver queen, atau pergi ke mall dan menghabiskan waktu berjam - jam untuk selfie.)

Ngomong - ngomong soal DVD bajakkan, gue jadi pengen cerita tentang terakhir kali gue nonton DVD bajakan bersama Aulia & Bella.

Jadi, dilatarbelakangi rekomendasi teman - teman gue yang mengatakan bahwa Evil Dead adalah film yang sangat seru & menegangkan, gue ditemani bokap gue beli film Evil Dead. Karna belum tau filmnya seperti apa, kami percaya saja dengan apa yang ada di covernya yang menunjukan bahwa film ini sedikit bok#ep. Bokap gue megneplak kepala gue dengan cover DVD, katanya, "Ini film dewasa kan?!". Beruntung, mbak - mbak yang dagang DVD datang dan menjelaskan bahwa apa yang ada di cover tidak ada sedikit pun dalam filmnya. ITU YANG BIKIN GUE GONDOK SAMA DVD BAJAKKAN.

Sebetulnya gue sangat berani  SAMA SEKALI TIDAK PUNYA MENTAL buat nonton film horor, apa lagi yang katanya level ke-horor-annya setengah mampus seperti Evil Dead. Maka itu, gue dengan mental setebal setipis tempe mengajak Aulia & Bella buat nonton film ini bareng - bareng di rumah gue.

Ngomong - ngomong soal nonton film bareng bareng Aulia, nonton film bersama adalah hobi kami. Sayangnya, sikap kami yang kelewat excited setiap mau movie marathon di rumah selalu berakhir dengan...
Ketiduran marathon.

Pernah suatu hari gue bareng Aulia berencana nonton film thriller bareng - bareng. Kita mulai nonton film jam 1 siang. Sumpah, filmnya menegangkan deh. Sayangnya, secara tiba - tiba kami ketiduran. Bangun - bangun, filmnya udah tinggal tulisan bergerak berisi nama - nama... Aneh. Cepet banget sih filmnya.

Pernah juga gue bersama Aulia dan Bella merencanakan sleepover di rumah Aulia. Gue datang ke rumah Aulia jam 9 malam dengan ransel penuh snack dan film - film kesukaan gue. Gue dateng dengan sangat excited, aulia dan Bella pun lompat - lompat melihat kedatangan gue.

"Nonton Coraline aja! Gue suka banget film itu!", usul Bella. Gue dan Aulia pun setuju.
Film dimulai, posisi kami pun siap.

Sampai akhirnya kami ketiduran.

Sekitar jam 10 kami terbangun. "Woy mending kita pindah aja tidur di kamar", usul Aulia dengan mata mengantuk.

Dimana - mana, yang namanya sleepover itu movie marathon sampai pagi, perang bantal, makan snacks, party like its 3012, tapi buat gue dan Aulia Bella, yang namanya "sleepover" = tidur bersama.

Gue dan Bella sama cupunya. Bella lebih suka membaca doa - doa dan menggenggam Al Quran sepanjang film, dan gue sok - sok buka HP (belagak chatting padahal teman pun tidak ada) supaya gak ketauan kalo gue ketakutan. Beruntung, Aulia cukup handal soal ginian. Aulia nonton Insidous tanpa ekspresi (film horor yang bikin gue & Febi (rekan gue) keluar studio dengan keadaan biru - biru akbat saling mencubit sepanjang film). Jadi, gue yakin asal ada Aulia, filmnya akan jadi tidak se-seram yang gue kira.

Snack? Siap! Bantal? Siap! MULAI FILMNYA!

"MBAK - MBAK DVD SIALAN!", omel gue & Aulia.
Kenyataan tidak sesuai dengan harapan kami.
Gambar filmnya JELEK BANGET. BUREM. GAK JELAS. Mau pake kaca mata kek, gak pake kaca mata kek, TETEP GAK KELIATAN!! Ditambah lagi, subtitlenya cuma bisa bahasa Arab. Mana gue ngerti?! + sepanjang film banyak orang berkalung sorban lewat sana lewat sini, wara - wiri sana sini, lempar - lemparan popcorn... INI FILM APA APAAN SIH.

Kami hanya bisa pasrah sepanjang film...

"High school changes you into the person you said you'll never be."

Gue rasa gue mulai setuju sama quote itu (padahal gue baru sekitar 2 minggu jadi anak SMA). Gue mulai merasakan efek - efek dari quote itu dalam kehidupan nyata gue. Gue yang dulu selalu beranggapan semua cowok itu sama saja. Tidak keren, tidak lucu, tidak attractive, & tidak ada yang se-charming Taylor Lautner.

TAPI SEKARANG, GUE BISA BERANGGAPAN BAHWA SEORANG REKAN GUE DI SEKOLAH SANGAT CHARMING, ATTRACTIVE... & Oh Gosh. Apa ini yang namanya moving in?

Dulu, gue sangat menganggap bahwa kesempurnaan nilai gue di sekolah itu cukup penting. Apa lagi dengan dikejer - kejer omelan nyokap gue setiap nilai gue jelek. Tapi sekarang, gue mulai bisa berfikir bahwa gue rasa kesempurnaan nilai gue di sekolah itu gak sepenting yang dulu gue kira.

Nilai bagus? Oke, itu penting.
Tapi satu yang harusnya gue utamain adalah = Kebahagiaan gue.

Dulu, gue beranggapan bahwa YOLO (You Only Live Once) adalah alasan banyak orang untuk melakukan hal - hal bodoh dalam hidup. Misal, ada orang ke Sevel, ngambil saus keju semena - mena. Orang itu akan beranggapan "Ngambil saus keju semena - mena? YOLO!".

SEKARANG, gue beranggapan bahwa YOLO itu LAYAK DIUTAMAKAN. Karna dengan YOLO, kita mulai bisa belajar bahagia apa adanya. Kita bisa bisa nganggep apa yang ada di hidup ini sebagai panggung komedi. Keep on track, God's with us in every step we take.

Emang gak selamanya kita bahagia. Hidup dan masalah itu kayak Oreo & Susu. Mereka emang bisa hidup sendiri - sendiri, tapi bakal lebih kerasa sensasinya kalo mereka kolaborasi kan?

Mau sampai kapan lo harus hidup lurus, bergantung sama pendapat semua orang di sekitar lo, padahal gak semua pendapat orang itu sesuai fakta. MAU SAMPE KAPAN?! Gue gak bilang kita harus break the rules. Bahkan, gue yakin rules ada supaya kita bisa ke arah yang lebih becus. Tapi gak ada salahnya kan ngejalanin hidup sesuai rules yang kita improvisasi?

So, gue rasa udah waktunya gue bangkit. Belajar ngetawain apa yang ada, bahkan ngetawain sedih yang gue alamin. (TAPI JANGAN ORANG KECELAKAAN LO KETAWAIN LO YA AWAS LO)

Gue berharap, mulai sekarang gue bisa ngehadepin semua yang ada sama seperti bagaimana Iyel nonton "Surat Kecil untuk Tuhan" yang malah jadi film lawakkan.

Let's take some steps. God's with us in every step we take.

Aulia dan Bella ngajarin gue 1 hal yang sebetulnya mereka gak pernah bilang secara langsung :

"Just laugh. Life's sometimes stupid."

Minggu, 04 Agustus 2013

Gue dan Benih Harapan

1045 views? Ah. Makasih.

AHHHH THANK GOD THANK YOU ALL THANK YOU ALL I LOVE YOU ALL<3

So. Setelah promosi sana - sini, pamer sana - sini, akhirnya gue dapet views berkepala 1000. Gue sungguh tidak menyangka. Ucapan terimakasih yang pertama gue kepada Tuhan yang Maha Esa, yang sudah mendatangkan gue ke dunia ini waktu jaman udah maju (gue tidak lahir di zaman purba dimana belum ada internet & blogger), kepada Mr. Kunto yang sudah memberikan gue tugas berupa bikin blog (yang memotivasi gue buat nge-blog), teman - teman gue yang gue juga gak yakin mereka baca blog gue atau enggak, kepada mama gue yang mungkin mencetak 500 views, & tentunya semua mahluk di bumi ini termasuk yang secara tidak sengaja menemukan blog gue lewat google.

Sebetulnya views segini sungguh tidak bermutu, tapi untuk ukuran posts - posts gabut yang isinya curhatan gue, gue sangat bersyukur.

Dengan ke-norak-an gue ini, gue berharap ;

  1. Views blog ini makin banyak, dan banyak yang suka walaupun sedikit  TERLALU gabut. 
  2. Posts blog gue bisa menjadi hiburan, atau menjadi inspirasi baik buat mereka yang seret move on, atau bosen hidup, atau laper, atau apalah itu yang berhubungan dengan ke-madesu-an. 
  3. Blog ini bisa memotivasi gue buat jadi sesuatu yang berguna di masa depan (karna gue sangat terinspirasi oleh seorang penulis blog). 

Gue  rasa cukup sekian ke-norak-an gue kali ini. Sekali lagi, gue ucapkan terimakasih yang sebesar - besarnya. I love you. Xoxo. One Direction. Justin Bieber. Taylor Lautner. 

Setelah gue pikir - pikir, gue baru sadar kalo dari 1045 views yang ada, mungkin kebanyakan orang - orang yang tidak sengaja menemukan blog ini lewat google, mendapati blog ini membosankan, dan... klik back.

TIDAAAAAAAAAAAK!

Jumat, 02 Agustus 2013

Teori Moving On

Ketika "aku-kamu" kembali terasa asing.
Ketika "kakak-adek-kakak-adek" terasa nyata dan menyentuh.
Ketika aroma nastar bergabung dalam atmosfer rumahmu, mengingatkanmu akan 365 tahun silam.

Patah hati bakal membawa lo ke gagasan dimana move on itu cuma suatu hal kampret yang sebenarnya tidak ada. Patah hati juga berpotensi merubah lo, entah berubah ke arah yang mana. Bagian dimana lo berfikir bahwa sayang itu tidak ada. Bagian dimana lo berfikir bahwa lo lebih baik sendiri dalam setiap langkah. Bagian dimana lo percaya bahwa di dunia ini hanya ada 2 macam cowok ;brengsek & homo. TAPI, itu hanya fase. Fase.

 Namun percayalah. Berdasarkan observasi dan pengalaman sebagai guru terbaik gue, move on itu ada.

Move on, adalah keadaan dimana lo mulai bergerak, berpindah dari tempat yang sebelumnya lo tempatin. Mungkin aja lo belum tau kemana lo bakal berpindah. POKOKNYA BERPINDAH. Mulai kembali berprinsip bahwa lo bisa berdiri & ngejalaninnya sendiri, tanpa masa lalu lo.

Gue tidak ingin sombong, tapi gue rasa gue mulai memasuki fase move on.

Shincan bahagia, biarkanlah bahagia. Teman yang memakan gue bahagia, biarkanlah bahagia. Masa lalu ya masa lalu, biarin aja berlalu. Tapi bagaimana pun, semua terjadi untuk sebuah alasan. Kita pernah jatuh, itu pun ada untuk sebuah alasan cantik yang Tuhan sedang rencanakan. Kalau pun kita harus ngambil satu dari banyak pilihan yang ada, take it easy. Tuhan akan beserta kita dalam langkah apa pun yang kita ambil.

Kok gue jadi gini sih.

Move on juga bisa digambarkan dengan keadaan dimana lo mulai berfikir bahwa...
Mungkin gak semua cowok itu brengsek dan homo.

Kalau pun tempat lo bersinggah selanjutnya brengsek...
Ya udahlah. Cuma fase.

Kalau apa yang lo pernah punya di masa lalu sangat indah & berarti buat lo...
Suatu hari lo bakal punya yang jauh lebih indah dari itu. Suatu hari... Jangan - jangan kalo gue udah 40 taun.

Break my bones, pull all of my hair out, but don't ever even try to bring me down before I blow you off with my own happiness.

#AMIN
 

Me and My Freaky-Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review