Jumat, 20 September 2013

Mayday Friday (Eh, Mayday tuh apa ya?)

Dear diary,

Stress adalah ketika internet lo udah di akhir bulan, me-lemot, dan lama - lama tamat.
Stress adalah ketika lo ada di H-1 lomba speech.
Stress adalah kalau lo harus ngerjain test english bersama kelas ald#er, dimana orangnya ngelawak terus & lo jadi gak bisa konsen selama ngerjain.

Tapi gue gak lagi pengen cerita soal itu.

Waktu gue SD, gue pernah naksir sama kakak kelas, namanya... sebut aja Dora. (DIA COWOK KOK)
Dora baik banget sama gue. Dora sering nge-greet gue lewat SMS, menanyakan kabar gue & ngajak ngobrol banyak hal. Gue dan Dora sering ditugaskan alam banyak acara bersama - sama. Yang pasti, Dora itu jago banget soal musik. Dora adalah kakak teman gue. Saat dia SMP, dia pindah sekolah, & gue berhenti SMS-an. Dia lenyap gitu aja.

Sekarang gue gak ngerti kenapa gue pernah suka Dora.

Baru - baru ini, guru musik gue merencanakan agar gue dan teman - teman gue ikut lomba musik di suatu sekolah. Pastinya gue iya-in. Gue meng-iyakan sebelum gue lihat invitation lombanya. Gue ulang. Gue meng-iyakan sebelum gue lihat invitation lombanya.

Suatu siang, guru gue mengajak gue & teman - teman gue meeting untuk ngomongin lomba musik ini. Setelah ngobrol - ngobrol, barulah gue cek surat undangannya.

Gue baca invitation dari halaman paling belakang.
Sampai akhirnya, gue tiba di halaman pertama, mengecek judul surat, dan melihat nama tercantum di samping CP (Contact Person). Nama? Dora...

"DEMI APA INI SI DORA CP-NYA?!" teriak gue shock.
Teman - teman gue tidak paham apa yang terjadi. Tentunya tidak.

Jangan sampai mereka paham. Kalau sampai mereka paham dan mendapati gue bertemu Dora, reputasi gue di SMA bisa hancur berkeping - keping.

Kalo gitu kenapa gue post di blog.

#mabok #mati #BukanInstagram #BukanHidayah

Btw, gue sedang agak nervous karna (percaya tidak percaya) besok gue lomba speech.
Gue tidak tau bakal jadi apa gue nanti, tapi gue benar - benar berpasrah kepada Yang Maha Esa soal ini.

WISH ME LUCK. YOUR LOVE MEANS A LOT.

Udah kayak mau Hunger Games.

Senin, 16 September 2013

Week of Sempoyongan

Beberapa hari sebelum ujian tengah semester. 

It's been a very very very busy week.  I got a lot of things to do. 

Percaya atau enggak, gue dipercayakan untuk mewakili sekolah gue mengikuti sebuah lomba debat di SMA favorit Jakarta, tentunya bersama beberapa teman gue. Jujur saja, apa yang ada di benak gue bukanlah piala seperti apa yang akan gue bawa pulang, melainkan mau jadi tempe jenis apa gue di sana. Tempe bacem, tempe kering, atau tempe mendoan? Belum lagi, pihak sekolah gue belum dikasih materi debat di H-4 lomba debat. MAU JADI APA GUE?!!

+ di hari dimana gue merencanakan lomba debat, gue diundang mengikuti show choir di sebuah mall. 
+ di hari Minggu, gue diundang mengisi acara dengan bernyanyi dalam sebuah band yang sangat... keren. 

Dengan dorongan teman - teman gue yang sangat setia, akhirnya gue pun mulai menanamkan optimisme dalam lubuk hati gue. Gue yang awalnya loyo - loyo, jadi lumayan bersamangat untuk debat. Gue jadi beraura positif. Gue bahkan sempat memotivasi rekan debat gue, Gusti & Marsha untuk mau ikut lomba debat. 

"Kalah bukan masalah, yang penting tambah pengalaman!" sahut gue sambil mengepalkan tangan. 

Dasar nasip. Lomba debat ditunda, & gak tau kapan bakal diadain lagi. 

Okay. Next plan on saturday : perform choir di Mall Artha Gading. 

Dilatarbelakangi jam tidur yang berantakan, kurang istirahat, makan tidak teratur, minum es & makan gorengan sembarangan, GUE FLU BERAT di H-1 konser choir. Perform choir hari Sabtu, & di hari Jumat, suara gue ilang. Bener - bener ilang. Bahkan susah buat bisik - bisik. Ditambah lagi, gue mengalami sakit kepala akut seperti bagaimana gue kalau flu berat biasanya. 

Gue udah nyiapin mental buat mengundurkan diri dari choir & band. TAPI GUE TAKUT GURU CHOIR & GURU BAND GUE FRUSTASI. Gue hanya bisa berdoa agar keajaiban terjadi & suara gue kembali di hari Sabtu & Minggu. Dasar gue dodol. 

Hari Sabtu tiba. 
Bersama Bella & kawan - kawan lainnya gue berangkat ke MAG. HALELUYA, PRAISE THE LORD, JESUS'S GREAT, GUE BISA BERNYANYI WALAU PUN BERANTAKAN...
But that was still fun, because my choir friends are all great, so does Mr. Kay as my choir instructor. + having my supercool "malam minggu" with Bella after choir. 

Sunday - Sunnyday - band-day!
Okay. Hari dimana gue akan perform bersama beberapa teman super keren, termasuk Bella. Honestly, gue cukup excited untuk Minggu ini. Latihan yang udah kita jalanin bisa dibilang gak gampang & gak sedikit. Hopefully, kita bisa perform maksimal hari ini & have fun as much as we can. 

Sayangnya takdir berkata lain. Bella gak bisa ikut karna ada halangan yang... 

Pokoknya be patient & stay strong, Bell. Remember you'll always have me & Aulia near, by your side no matter what. I know you're a very strong & faithful girl. God loves & God's with you in every step you take. 
With love and hundreds of hug,
Vidya & Aulia

Harus gue akui...
Perform band kemaren itu seru. Banget.
Bawain lagu - lagu yang gue sendiri suka, + perform bareng temen - temen (yang harus gue akuin walau pun gengsi) super fun & super sabar. (baca : Gusti, Shena, Fathia, Ferdi, Farel, Divo, Euygun) 
Satu yang dibiasakan dalam diri gue sejak gue lahir adalah, gue menabrak kesalahan yang gue lakuin. Jadi, setiap ada kesalahan dalam perform, gue dan teman - teman gue akan bersikap seperti semua baik - baik saja. Seperti kesalahan itu memang terencana dalam skenario gue & teman - teman gue. You guys + Mr. Robi as our band's instructor are all cool. Damn, cool. 

Though that sunday band-day was great, it wasn't as cool as what I expected. My best friend wasn't there. But trust me, I brought you in my mind & in my heart wherever I went all day long@>--


Sabtu, 07 September 2013

Captain of The Plane

Seperti apa yang gue bilang di post sebelumya, banyak hal sudah berubah.
#nowplaying : Tahu Diri - Maudy Ayunda

Gue rasa gue mulai paham apa itu move on.

Kalo kalian mikir "Masa lalu gue brengsek. Gue benci dia. Gue gak akan mau liat dia lagi.", itu berarti kalian belum move on.

Gue pernah ada di fase itu.

Move on akan membawa lo berfikir bahwa hidup itu gak selalu menang.

Prinsip move on itu kayak jadi pilot pesawat terbang.
Kita jadi pilotnya, pesawat jadi hidup kita, & angkasa jadi nasip.

Kadang lo harus duduk di posisi pilot hidup lo, & bikin semuanya terkontrol. Lo sendiri yang harus puter stir lo ke arah yang bikin lo bahagia. Kalo lo tersesat? Salah jalan? Kita kan ada di angkasa. Angkasa itu luas. Gak ada macet, gak ada yang ngehalangin. Use the map with the power of God, dan kita akan selamat sampai di tujuan bahagia kita.

Tunggu. Pesawat ada stirnya kan?

Kalo kita move on, kita akan berfikir bahwa masa lalu kita indah, bukan brengsek. Kita tidak akan bilang "Gue gak mau liat dia lagi.". Kita akan bilang "Gue tidak akan membuang masa lalu gue. Gue akan menjadikan masa lalu gue sebagai pelajaran."

Itu adalah fase terindah...

Next phase : Move In. 

Move in itu kayak ketika lo ngantuk & pesawat lo butuh bahan bakar. Lo butuh transit somewhere, right? dimana pun lo transit, you'll be fine. Asal lo gak transit di pulau angker.

Ini adalah fase yang membuat lo merasa seakan - akan lo sedang berlari bahagia di taman penuh bunga, di bawah sinar matahari yang anget, tapi gak panas. Sambil kena sepoi - sepoi angin. Sambil mendendangkan lagu bahagia. Sambil makan KitKat & KinderJoy...

#nowplaying : Dia - Maliq & D'Essentials

Di sini lo bisa ngakuin kalo seseorang itu cool, padahal menurut orang lain sih biasa aja.
Lo akan melihat video dia, atau ngestalk instagram dia, ato ngestalk facebook dia sambil cekikikan, padahal gak lucu. Lo tau kenapa gue cekikan? karna gue nge-fly.

Harus gue akuin, fase ini cukup susah. Kita harus bisa ngebuka hati. Harus bisa ngeliat sesuatu dari sisi positifnya. Harus bisa berfikir bahwa mencoba itu udah selayaknya dilakukan. Because however, pengalaman itu berarti buat hidup kita.

Gue mencoba prinsip itu. Gue mencoba - coba, membuka hati... & terbawa hembusan jatuh cinta.

PROK PROK PROK.

Jumat, 06 September 2013

Gue dan Kelas Sosial

Lama gak nge-post, banyak hal sudah berubah.

Belakangan ini, hari - hari gue rasanya capek banget. Tidak ada hari tanpa ulangan & tugas (itu sih temen - temen gue juga ya). Rasanya waktu pagi sampe sore my days gets so full of sun shine (cerah). Tapi mulai di atas jam 6 sore, becoming full of clouds (berawan).

Udah lebih dari sebulan gue di kelas IPS. Gak belajar kimia lagi, gak belajar fisika & matematika sebanyak waktu gue masih di IPA & belom pindah ke IPS. Adaptasi lagi, kayak cari oksigen baru buat dihirup, kayak beruang yang yari tanah paling nyaman buat dipake tidur... (EMANG ADA?)

Harus gue akui, kelas IPS itu... GAK GAMPANG.
Soal hitung - hitungan, mungkin cara belajar kita gak secepet di kelas IPA. Tapi soal main - main dengan essay? SEKALI BIKIN ESSAY 10 LEMBAR. Please. Gue ngalamin gimana rasanya belajar itung - itungan tiap hari & belajar ber-opini dan membuka wawasan tiap hari. Dan hasilnya?

Haleluya. Puji Tuhan. Praise the Lord. Jesus's Great.

Jujur sejauh gue agak lebih nyaman di IPS...

+ gue berada di dalam ruang lingkup baru, yakni kelas gue.
(Iyo minta gue nge-post tentang dia sendiri dan kelas baru gue)

Ngomong - ngomong soal Iyo.

Gue kenal Iyo semenjak gue masuk SMP. Gue sering cerita ke dia sampe sekarang.
Harus gue akuin, Iyo itu kalo ngasih komentar sadis banget. Tapi realistis. Misal...

"Vid, lo gak bisa bego banget gitu dong. Sampe kapan lo mau ngebanding - bandingin kesempatan baru lo sama masa lalu lo?"

Iyo pernah bilang gitu gak sih...

Bisa dibilang, Iyo berperan besar dalam upaya gue moving on. Iyo sangat men-support gue dengan komentar - komentarnya yang dalem, tapi realistis.

Iyo bercita - cita jadi aktor. (Gue liat tulisan dia waktu hari pertama jadi anak baru di IPS) Easy, Yo. Gue support lo forever. FOREVER. Menurut gue, Iyo benar - benar berpotensi jadi aktor. Harus gue akui walau pun agak gengsi.

Bisa dibilang, Iyo adalah salah satu mood-booster terbaik dalam hidup gue. Bukan karna dia ahli dalam merangkai kata, melainkan karna dia ahli dalam mempermalukan diri dia sendiri.

Back to pengalaman gue di kelas baru.

Belajar IPS bareng mereka - mereka semua bisa dibilang cukup menyenangkan. No day without laughs, without fun. Gue dibikin ngakak setiap hari. Bahkan gue pernah dibikin ngakak sampe pengen muntah.

Apa yang bikin gue ngakak?

Honestly, harus gue akui bahwa gue sekelas dengan orang - orang PALING MAHIR dalam bergosip. Ada aja yang mereka tau, ada aja yang mereka kenal. Apa bagian lucunya? Cara mereka bergosip, beda sama gosip orang - orang biasanya. Biasanya, orang bergosip menceritakan apa yang objek gosip itu alamin. Tapi kelas gue, ngebahas orang - orang yang populer digosipin DENGAN IMAJINASI KITA SENDIRI.

Misal, ada 1 orang yang ngeksis di kalangan pegosip. Everyone knows him. If anyone doesn't know how he's like, seenggaknya dia pasti tau objek gosip ini siapa.

Di kelas gue, bahan gosip ini malah jadi bahan lawakan. Dia (bisa dibilang) jadi trending topic. Teman - teman di kelas gue menganggap dia pahlawan. Menjadikan dia penyelamat. Membuat gerakan - gerakan yang membanggakan orang ini. Bayanginnya aja gue ngakak...

Because of gue adalah salah satu dari mereka yang suka bergosip, gue ngerasa nyaman.

They're good in making jokes. I mean... SERIOUSLY THEY'RE SO DAMN GOOD IN MAKING JOKES.

Gue ceritain tentang Iki, nyokap Iki, dan papa Iki ke temen - temen sekelas gue.
EH MALAH DIJADIIN BAHAN GOSIP TERIMPROVISASI.

"Eh gimana kabar supir lo yang kumisnya hot + sepaket dengan bulu dada?"

"Sepaket dengan bulu dada? Nyambung gitu dong kumis & bulu dadanya?"

"Iya gitu kali ya. Bisa dijadiin gitar gitu kalo lagi bosen..." *meragain gaya orang petik senar*

"Itu harpa kali..."

Kelas gue sangat berhobi bermain uno. Setiap permainan, selalu ada satu orang yang di-bully, dimana dia tidak punya kartu ber-+2, atau ber-+4. Sehingga sang korban harus mengambil kartu... minimal 18 biji.

Saking sadis permainan UNOnya, kelas gue menulis peraturan berbunyi "Birch selalu kompak, kecuali saat bermain UNO."

Kelas gue tidak takut bermain Truth or Dare. Begitu pula gue.
Pernah suatu hari kita main Truth or Dare. Cowok - cowok di kelas gue ditantang untuk twerking.

Gak tau apa itu twerking? Cari di youtube.

Tanpa disangka, ternyata mereka beneran jago twerking.

Gue percaya semua terjadi untuk sebuah alasan. Gue juga percaya apa pun yang ada sekarang, itu dibawah kendali Raja Segala Raja. Gue bersyukur pernah ngerasain masuk IPA & mendapat support non-stop dari teman - teman gue tersayang buat optimis di IPS. You guys are great<3

Dan gue bersyukur untuk apa yang ada pada gue saat ini. Termasuk bisa ngerasain indahnya moving on.

Gimana, Yo? Post gue bagus gak?

Please. Jangan nge-post tentang gue di blog lo & cuma nulis "you suck.".
 

Me and My Freaky-Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review