Sabtu, 11 Mei 2013

Insipirasi untuk Instagram

Sudah belakangan ini gue (dimana gue sendiri sadar) menjadi orang yang sedikit lebih sentimen & emosional. Gue juga menyadari kalau gue ini sebenarnya sedikit sinis. Parahnya lagi, gue cukup menyadari kalau ucapan gue dalam emosi cukup dalam. Misal, seseorang yang sedang gue sinis-in merasa dirinya ganteng. Gue akan dengan buka - bukaan menyatakan bahwa dia tidak keren sedikit pun, & dia tidak seharusnya bangga. Gue juga sadar yang bikin ucapan gue jadi terasa dalam adalah cara gue mengucapkannya. Gue tidak menyindir dengan emosi & labrak - labrakan teori "Apa Lo Liat - Liat Babe Lo Jago Silat Ta# Lo Bulat - Bulat" seperti sindiran yang biasanya. Gue menyindir dengan gaya yang tenang, sok keren namun diam - diam menghanyutkan. Kayaknya diajarin Jubaidah deh...

Rekan terdekat gue sedang dipermainkan oleh teman lelakinya. Gue jadi menganggap teman lelakinya ini salah dalam setiap tarikan nafas. Misal, dia jalan gue sinisin. Dia duduk, gue sinisin. Dia ngabisin perkedel di kantin, gue sinisin. Kalo ada unlike, nuf (1Cak), jempol turun, cupu lo, cemen lo, payah lo, & jelek abis di instagram, gue akan membuat 100 akun instagram untuk menekan ketujuh pen-cupu-an tersebut di setiap foto orang yang gue sinis-in.

Maaf ya gue sangat - sangat tidak bermaksud kok. Gue janji kalau suatu hari mood gue sudah membaik gue akan berhenti nge-sinis-in orang. Gue akan berusaha. GUE JANJI.

*tangan dikepal*

Sebetulnya, di sini gue pengen cerita soal anak-nya supir & pembersih rumah bokap-nyokap gue. Gini loh maksudnya, ada orang menikah. Suaminya kerja mengantar bokap gue kemana - mana, istrinya bertugas membersihkan rumah gue (atas suruhan nyonya besar, a.k.a nyokap), dan suami-istri ini punya anak.

Berhubung anaknya ini masih kecil sekitar umur 2 sampai 3 tahun, jadi gak bisa ditinggal kemana - mana. Kita panggil dia Iki. (Gue sedikit takut supir bokap gue membuka post ini di internet suatu hari) Otomatis, Iki yang masih balita ini harus ikut emaknya kemana pun, termasuk ke rumah gue untuk bersih - bersih.

Iki ini sangat nakal. Sebetulnya dia tidak jahat, dia cuma sedikit jahil & drama queen. Iki sering kali membuka - buka laci di rumah gue & mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Pernah suatu hari Iki mematah - matah kan koleksi caterpillar bokap gue ketika bokap, gue, Iyel, & nyokap sedang berada di luar rumah. Pulang - pulang bokap gue hanya bisa meringis sedih melihat koleksi nya yang terpotel - potel.

Iki senang sekali bermain dengan binatang. BINATANG APA SAJA. Pernah suatu hari gue lagi asik nonton tv bersama Iyel. Gue boleh takut pada cicak, kadal, ikan, & anjing. Tapi tidak pada kecoa. Sedangkan Iyel lebih baik mati kehausan lari 1000 mil dari pada berada dekat dengan kecoa. Seperti nyokap & bokap gue, mereka akan berupaya sekeras mungkin demi mengeplak seekor kecoa yang dianggap hina tersebut.

Nah, di tengah - tengah keasyikan gue & Iyel nonton tv, Mama Iki (cara kami menyebut nyokapnya Iki) menyapu. Secara tidak sengaja, tersapu lah satu bangkai kecoa bercampur dengan debu. Iki dengan santainya mengangkut kaki kecoa & mengayun - ayunkannya. Melihat itu, Iyel panik. Sampai akhirnya Iyel & Iki berkejar - kejaran dengan bangai kecoa hina di tangan Iki.

Di rumah gue ada sebuah white-board didampingi beberapa spidol & sebuah penghapus papan tulis. Gue & bokap biasa menggunakannya untuk belajar bersama saat SD. Sampai sekarang, papan, spidol, & penghapusnya pun masih bertahan di tempat yang sama. Belum lama ini, Iyel mendapati coret - coretan di tembok, bangku, sandal, & alat olahraga yang terpapa jelas dibuat dengan spidol. Gue mulai munek.

Kenapa gue bilang Iki drama queen? Karna Iki menangis setiap hari karna ke-sok-polos-an-nya sendiri. Gue asik nonton tv duduk di sofa. Dia datang berlari - lari kecil bahagia, membantingkan pantatnya di sofa sebelah gue & duk! kepalanya kejedot sandaran. Dia menangis menjerit. Gue tahu seharusnya gue iba. Tapi gue malah tertawa bahagia. Gue sangat puas. Sampai emaknya datang & gue spontan pasang muka panik. "Iki gak apa - apa? Uh kasian...", ucap gue. "Mampus.", gumam gue.

Iki juga sering kali berguling - guling di lantai sementara gue menonton tv, & emaknya sibuk di lantai atas. Pernah suatu hari Iki berguling - guling ekstrim. Gue tahu bahwa akan terjadi suatu yang berbunyi duk!, jadi gue putuskan untuk kabur sok otp-an di kamar. Dan terjadi lah. Kepala Iki kejedot kaki meja tamu.

"Aku pernah coba melototin Iki, eh dia gak nangis.", kata Popop gue sambil menikmati makan siangnya. "Eh aku juga! Dia pernah melet - melet pas abis beli es krim di warung. Ngeledekkin aku gitu! Aneh banget. Dia dipelototin gak nangis. Kepalanya kesenggol bantal nangis jerit - jerit!", sahut Iyel. "Eh? Jangan - jangan kamu pernah nonjok Iki ya?! Ngaku kamu!", ucap Popop gue curiga.

"Gak pernah sih... Tapi aku pengen.", jawab iyel mengelus dagu.

Keluarga gue kok terdengar sedikit brutal ya...

Kemarin, gue mencoba melototin Iki. DIA BENERAN GAK TAKUT. Dia masih berani mendekat & duduk sebelah gue. GUE HARUS PAKE JURUS APA SIH BIAR DIA TAKUT?! JURUS APAAA?!



Seribu bayangan versi 1

Seribu bayangan versi 2

& BOOM. Gue salto, Iki kecebur got.


Gabut abis...
Gue rasa gue emang dari dulu gak pernah bisa bersahabat sama babies deh. Bahkan dari gue masih baby...

Pokoknya inti dari post ini adalah mood gue sedang sangat ababil. Gue rasa ini terjadi karena... bukan pms, melainkan sesuatu yang mengganjal di lubuk hati gue. Gue cuma bisa berharap buat yang terbaik. Iya... yang terbaik...

"I don't get it. Where is that beautiful side of a goodbye?"

CIEILE.

#AntiIkiOnAction

Rabu, 01 Mei 2013

Porli-gami

Bisa dibilang gue cukup dekat dengan kedua nenek gue.
Dua nenek bukan berarti kakek gue origami. Itu maksudnya nenek dari bokap gue & nenek dari nyokap gue.

Eh origami bukannya kertas lipet...

Gue sangat sering sms-an dengan nenek gue dari bokap, yang biasa gue panggil Deti. Sampe sekarang gue gak ngerti kenapa gue manggil nenek gue Deti. Padahal nama beliau gak mengandung "Deti" sama sekali. Kata bokap gue sih nama kesayangan.

Gue jadi pengen cerita soal bokap gue.
Gue manggil bokap gue Popop. Kalo ini sih gue tau sejarahnya. Katanya, waktu gue kecil gue gak bisa nyebut kata "PAPA", & terbiasa ngomong "POPO". Semenjak itu nyokap gue manggil bokap gue "Popop". Tenang, gak ada hubungannya dengan ayam pop atau popok sama sekali kok. Gue sempat malu karna saudara gue seringkali meledek gue & bokap gue dengan menyebut - nyebut "POPOK". Gue juga cukup merasa eksis, karna sampe sekarang saudara - saudara, bahkan teman - teman gue jadi kebiasaan manggil bokap gue "Om Popop". Hipster kan?

Kembali ke nenek gue.
Deti sangat jago masak ayam tulang lunak. Setiap gue liburan & berkunjung ke rumah Deti, gue selalu berpesan agar Deti masak ayam tulang lunak. Rumah Deti cukup menyenangkan. Deti sangat suka kucing & pelihara kucing. Sayang, gue rasa kucing Deti (Namanya Bona) sedikit brengsek. Bona sering tidur di atas kasur tempat gue tidur. Jadi gue memilih untuk mengeluarkan Bona di malah hari.

Di kamar tempat gue biasanya tidur yang ada di rumah Deti ada TV. Padahal bokap gue melarang keras gue untuk masang TV di kamar. Emang sih, dulu gue punya TV di kamar, ada ps-nya pula. Jadi gue biasa membawa makanan gue ke kamar, asik menonton TV, atau bermain Pepsi Man di kamar. Kecuali kalo nonton Hari Panca di Dunia Lain. Gue akan dengan reflek ngibrit ke luar kamar & numpang di TV ruang keluarga bersama bokap, nyokap, Iyel, & mbak gue. Jadi, di rumah Deti gue bisa nonton TV whenever I want & biasanya waktu liburan di TV banyak film bagus. Gue sangat terhibur.

Deti punya kebiasaan yang katanya dari bokap gue kecil sampe sekarang masih ada. Ya itu menggunakan kata "anu", "ini", & "itu" yang bikin orang yang disuruh gedek sendiri. Berikut cuplikannya :

Deti     : "Pop, tolong anu sih..."
Popop : "Apa?"
Deti     : "Anu-nya tuh di-itu-keun..."
Popop : "Hah? Oh. Oke."

5 menit kemudian, Deti datang dengan sedikit emosi.

Deti     : "KOK ANU-NYA GAK DI-ITU-ITU-KEUN SIH?"
Popop : "Lah kan udah tadi..."
Deti     : "Mana??"
Popop : "Lah katanya anu-nya -di-itu-keun..."

Kemudian miss-understanding.

Lanjut ke nenek gue selanjutnya. Gue biasanya meamnggilanya "Enin", begitu pula sepupu - sepupu & teman - teman gue. Sama dengan Deti, Enin sangat suka bernyanyi. Suatu hari, gue meng-otak-atik hp Enin. Gue menemukan foto - foto Enin dengan tangan ke arah kamera yang menandakan kalo Enin jepret sendiri. Gue juga menemukan beberapa voice note berisi suara Enin sedang bernyanyi. Enin mendapati gue sedang mendengan voice note-nya. Gue panik, reflek gue pause. Namun dengan santainya, Enin malah menyuruh gue untuk melanjutkan voice note-nya dan berpesan," Suara enin tuh enak, apa lagi pas muda. Enin tuh kayak bintang suka nyanyi dimana - mana. Kamu harusnya belajar nyanyi biar bisa kayak enin.". Serunya lagi, gue pernah mendapati nenek gue nonton video berisi dia sedang bernyanyi diiringi teman sebayanya yang bermain keyboard. Enin bilang dia sengaja bikin video itu.

Narsis tuh emang gak dosa sih...

Enin sangat jago masak makanan unik, seperti cumi item yang bentuknya sedikit menggelikan, tapi rasanya dahsyat. Gue bisa menghabiskan 80% dari semangkuk cumi item yang Enin bawa ketika berkunjung ke rumah gue. Enin juga sangat ahli dalam memasak so'un. (So'un itu bukan makanan Korea.) Enin sangat terhibur ketika makanan yang beliau bawa ludes. Beliau sering kali memuja - muja gue dengan rangkaian kata mujarab "Kamu Kurusan". Dengan kata itu, gue akan dengan santainya membersihkan piring Enin dari makanan yang tersedia di atasnya.

Enin semacam tidak punya perasaan dalam menonton film. Enin sering kali menyaksikan film horor Indonesia tanpa ekspresi, sementara gue kejang - kejang, apa lagi film... ah gue gak mau inget - inget lagi. Itu film horor paling serem yang pernah gue tonton. Enin juga sering kali mengomentari dengan sadis sinetron - sinetron dimana ada orang baik yang disiksa & selalu menangis, & orang jahat yang pada akhir filmya bertobat.

Tak hanya itu, Enin sering pula mengucapkan kata - kata hipster, seperti :

  • "Itu emak - emak temen enin mani SEYEG pisan." (Seyeg = semacam jalan mencong - mencong) 
  • "Nok, cuci muka sama sikat gigi atuh, biar giginya gak BOSOK, mukanya gak COMONG." (Ini sedikit sadis kedengarannya, padahal gak se-sadis itu kok. "Bosok" = Bau & bolong. "COMONG" = Kotor.) 
Dengan cerita gue tersebut, gue mengakui kalo gue menyayangi Deti & Enin. Sekiian.
Xoxo.

Perempatan

For all my friends in this generation.

Nyari SMA yang cocok itu gak gampang. Gak secepil yang gue kira maksudnya. Pasti kita semua merhatiin kelebihan & kekurangan setiap pilihan SMA. Mulai dari cara belajar, fasilitas, sarana & prasadana, prestasi yang sekolah itu pernah capai, sampe ekskul apa aja yang ada di sekolah itu. Menurut gue, kebanyakan dari kita dapet informasi dari rekomen orang - orang sekitar, baru nyoba browsing buat informasi lebih lanjut.(kayak gue)

Memikirkan SMA merupakan satu dari sekian banyak dilemma berat dalam hidup gue, seperti ; mending es krim macadamia atau cookies and cream yang gue beli.

Bukan itu ceritanya. Jadi gini...

Ada satu SMA di Jakarta yang katanya sih salah satu sekolah favorit di Jakarta. Banyak banget orang di sekitar gue yang merekomendasikan sekolah itu. Gue menyempatkan diri suatu hari ke sekolah itu. Gue survey dikit sambil nge-stalk. Gue liat kelas - kelasnya, juga piala - piala yang dipajang di dekat pintu masuk. (ITU KAYAK MUSEUM PIALA. I SWEAR) Sayang, waktu itu gue gak sempat dapet syarat - syarat masuk SMA situ.

Apa yang bikin gue sedikit-agak-tertarik-dan-cukup-obsessed sama sekolah itu?
Sekolah itu punya banyak banget options buat ekstrakulikuler yang menarik perhatian gue. Mulai dari fotografi, band, choir, sampe sinematografi. SINEMATOGRAFI? baru kali ini gue liat sekolah punya kegiatan sinematografi. Gue sangat tertarik. Sangat. Sangat.

Gue juga lihat daftar murid jebolan SMA situ yang keterima di universitas negri. Nyokap gue bilang, bangus banget kalo gue bisa kuliah di universitas negri, apa lagi kalo bisa pake yang namanya jalur undangan. Ah apalah itu. Gue terlalu goblok buat ngerti & peduli.

Sangat disayangkan, gue rasa sekolah ini isinya jenius - jenius yang sangat menyukai belajar. Gimana kalo gue keterima di sekolah itu & teman - teman sepermainan gue rambutnya pada rontok (karna over belajar) & kelas belajar gue nanti ngebul gara - gara otak yang korslet.

Atau parahnya lagi, gimana kalo nanti gue angkat tangan gak ngerti pelajaran dan terijak teman jenius yang semacam keturunan paranormal & mengerti banyak hal (semacam Jubaidah). GUE BISA TENGGELAM.

Mana lagi sekolah itu jauh banget dari rumah gue. Masuknya setengah 7 pula. Mau bangun jam berapa gue?!

SAYANGNYA LAGI, masuk itu sekolah SANGAT-SUNGGUH-SUNGGUH-TIDAK MUDAH-BANGET. Gue denger - denger sih mereka ngandelin nem. GUYS, gue baru aja selesai UN & lagi digantungin tanpa hasil yang jelas. Gue benar - benar panik...

*mati*

Di satu sisi lain, gue juga cukup tertarik dengan SMA di sekolah yang sama dengan SMP gue sekarang. Sekelas muridnya cuma sedikit, & gue akuin aja, di sekolah ini gue cukup hoki. Guru - guru gue sangat friendly. Bahkan jauh lebih friendly dari pada guru gue waktu TK & SD. Gue merasa sangat nyaman & bahagia. Emang sih sekolah gue ini gak se-recommended sekolah yang gue bilang sebelumnya. Tapi kalo gue bahagia apa salahnya sih... TUH KAN DILEMA.

INI LAGI SATU.
Baru aja dapet kabar dari rekan kakak kelas gue soal SMA dia sekarang. YA AMPYONK.

Sejujurnya gue tidak tau bagaimana gue harus berdoa. Gue takut menyesal kemana - mana. Jadi gue hanya bisa berdoa untuk yang terbaik. Buat gue, teman - teman dekat gue, La Sixieme, & teman - teman segenerasi...

#CUTEMEISCUTE

Senin, 29 April 2013

First Page

Before all.
Gue udah bannyak nge-post, tapi gak pernah ngajak kenalan. Mungkin gue lupa tujuan gue bikin blog dulu. Well, gue rasa profile gue di google account gak terlalu berguna. Pertama, itu isinya gak jelas banget. Kedua, gak ada orang yang rela ngeliat akun google gue. Jadi supaya kita bisa kenalan, mending gue nge-post nya di sini aja. (Gue tau ini sedikit agak kurang penting banget, tapi gak ada salahnya diliat)

Nama? Nama gue Vidya Pinandhita. Gue gak ngerti apa artinya. Tapi gue suka kok. Setidaknya gue gak dapet nama Kup#t karna itu nama monyet yang gue temuin di suatu tempat wisata penuh monyet. Nama gue cukup hipster. Sampe sekarang belum pernah ketemu temen yang namanya sama. Jadi, kalo suatu hari lo pengen punya anak namanya hipster, kasih aja nama Kup#t. Gue yakin gak akan ada nama temennya yang sama. Kecuali kalo anak lo berteman dengan monyet.

Umur? Gue 15 tahun. Kalo kata Taylor Swift sih...

Bentar, gue search dulu di google.

"'Cause when you're fifteen and somebody tells you they love you
You're gonna believe them
And when you're fifteen
Feeling like there's nothing to figure out
Well count to ten, take it in
This is life before you know who you're gonna be"

Gue juga bingung kenapa gue milih lirik yang itu.

Hobi? GUE PUNYA SANGAT BANYAK HOBI.

Watching Movies.
Gue sangat suka nonton film. Film apa aja gue bisa nonton deh. Mulai dari romance, horor, komedi, action, gue suka deh. (Kecuali kalo filmnya bener - bener abstak & gak jelas asal - usul nya kayak Tali Pocong Perawan dan kawan - kawannya.). But most of all, kayaknya gue paling suka film yang punya cerita cukup hipster. Kayak Hunger Games, Silence of The Lamb, Twilight Saga, Diary of Wimpy Kid, The Last Airbender, Iron Man. Gak ngerti juga itu karna filmnya bagus atau pemain film-nya ganteng. (KECUALI SILENCE OF THE LAMB. GUE GAK AKAN NAKSIR KAKEK - KAKEK PSYCHO.) Gue juga cukup menggemari beberapa pemain film dari Indonesia. Kayak Reza Rahadian. Bermodal kesotilan, lagi - lagi gue jadi bingung itu karna dia talented atau karna dia ganteng.
Wait. Itu sih semua genre ya namanya...

Singing & Musics.
Gue sangat suka nyanyi & main musik. Begitu pula keluarga gue.(kecuali adek gue) Gue sangat suka lagu ber-genre pop, dan sedikit fusion. Kayak Maliq & D'essentials & Ecoutez. But most of all, gue gak lepas & gak akan pernah lepas dari Bieber & gue salah satu Lovatic berat. 

Demi apa lo gak tau Lovatic?
Itu nama fans nya Demi Lovato. 

Reading Books. 
Gue cukup suka membaca buku. Kebanyakan sih yang komedi, menegangkan, & bisa bikin nangis. Kayak novel romance, Chicken Soup, Hunger Games, buku - bukunya Raditya Dika, Tiger's Curse, & masih banyak lagi. Tetap saja. gue tidak terlepas dari komik. Kebanyakan sih komik horor. Sayang, sekarang komik horor cukup langka & sulit dicari. Jadi kangen Ghost School...

Travelling & Wisata Kuliner. 
Gue & nyokap gue sama - sama suka travelling. Gue & bokap gue sama - sama suka wisata kuliner. Cocok banget kan! Jadi kemana pun gue liburan, gue pasti nyobain makanan khasnya, atau enggak jajanan makanan yang terkenal dari tempat itu. Misalnya, Mie Akung yang ramenya kayak cendol di Bandung, Laksa yang katanya makanan orang Singapur, Jamblang & Nasi Lengko dari Cirebon. 

Cuma itu yang gue inget....
Iya... cuma itu...

Favorite Foods.
Gue sangat suka makanan berkeju. Kalo ada yang ngajakin, gue akan dengan senang hati mencicipi semua makanan dengan keju. But most of all, kayak gue cinta mati sama sushi. Lo nawarin gue makan sushi berapa banyak juga gue gak akan munek. (Jadi makanan favorit gue sushi aja deh) Tapi, itu tidak berarti gue gak suka makanan lain. Gue sedikit omnivora, jadi gue PENCICIP segala. Suatu hari, gue akan berkeliling Indonesia & dunia mencicipi makanan demi makanan khasnya. 

Favorite Colors. 
Gue sangat suka warna biru & hitam. Hampir semua barang barang gue berbau hitam & biru. Kalo barang gue gak biru atau hitam, berarti waktu gue beli barangnya gak ada pilihan warna hitam & biru, atau enggak warnanya sedikit-kurang logis kalo warna biru & hitam. Misal, warna lip gloss. Gue gak mau pake lip gloss warna hitam & dikira emo atau enggak dikira habis makan cumi-item buatan nenek gue sampe celemotan. 

Additional Favorites. 
Selain suka film, musik, makanan, & buku, gue juga sangat menyukai kucing. Bukan berarti gue penyimpangan seksual, tapi suka sebagai teman baik. Gue pernah pelihara kucing beberapa kali, tapi sayang suatu hari adek gue sakit & didiagnosa dikarenakan bulu kucing. Waktu itu gue bingung siapa yang harus dibuang. Antara kucing gue (Oggy) atau adek gue (Iyel). Gue pengen ngusul ke nyokap biar adek gue aja yang ditiadakan di keluarga gue, tapi gue tau gue akan diusir kalo berani berpendapat kayak gitu. Beralaskan kesedihan & ketidak-sanggupan gue membuang Oggy, gue putuskan buat ngasih Oggy ke teman gue yang rumahnya sedikit mirip suakamargasatwa. Namanya Revi. (nama tidak disensor) Gue bakal cerita lebih banyak soal Revi nanti. 
(p.s : REVI TOLONG YA SUDAH SENANG APA BELUM?)

Gue juga sangat menyayangi boneka - boneka gue. Mulai dari Santi (boneka santaclause hadiah natal dari bokap gue waktu gue 2 tahun), Mimin (boneka Minnie Mouse hadiah ulang taun 13 tahun dari teman bokap gue), Pobee (boneka beruang hadiah ulang taun ke 14 dari sang... itu deh pokoknya.), Elmo (Elmo "Sesame Street" hadiah ulang taun ke 15 dari nyokap gue yang gak bisa mingkem, gak bisa duduk, dan tangannya nganga dengan kepala yang sama besarnya dengan kepala gue), & belasan boneka lainnya. Gue kenal mereka semua baik - baik, bahkan banyak yang dari gue kecil. Gue sangat menyayangi mereka & mereka menyayangi gue. 

Gue juga sangat menyukai film animasi. Gue rasa, gue akan nonton Spongebob Squarepants sampe gue meninggal nanti. Gue juga suka banget sama Shrek, Power puff girls, Megamind, & Gumball. Kayaknya attitude gue SEDIKIT terinspirasi dari mereka deh.

Gue jadi ngebayangin kalo gue meninggal nanti kata - kata terakhir gue sebelum menghembuskan nafas terakhir..
"Krabby Patty... Ti.. ti.. tidak... Ru... rumah nanas... Ku.. kuning.. kotak... Sp... spo..."
*tit - tit - tit - tit* bunyi pertanda jantung gue udah gak berdetak...

DRAMATIS.

WANNABE.
Gue bercita - cita jadi seorang chef. Tapi sayang, gue gak tau jelas gimana caranya nyalain oven & secara tidak sengaja sering memasukan pecahan kulit telur ke dalam telur goreng. Tapi gue bisa masak & makan indomie kok. Apa lagi yang cabe ijo. 
Gue juga bercita - cita jadi singer & actor. Mungkin karna gue suka musik, nyanyi, serta membaca buku yang ujung - ujungnya difilmkan & suka nonton film. Gue juga bercita - cita menulis buku & buku gue tersebut difilmkan. AMIN. 
Gue juga bercita - cita jadi seorang organizer & public relation. Gak terlalu sih, tapi nyokap gue bilang gue cukup cocok ke arah sana. 

Siapa tau gue bisa jadi campuran antara Reza Rahadian, Arjuna, Farah Quinn, Demi Lovato, & Kendall Jenner. Hmm kok bayangan gue kayak semacam Mojojojo ya.

Kayaknya gue sudah terlalu banyak curhat di sini. 
I guess sampe di sini kenalan & banyak bacotnya...

Kamis, 18 April 2013

Ketika Tetesan Menuai Kasih Sayang #LaSixiemeBer-episode

4 hari sebelum Ujian Nasional SMP 2013.

Gak. Bukan itu topik gue hari ini.
Tapi gue dan kenangan gue, selama 3 taun, di SMP gue, bareng angkatan gue, La Sixieme.

Jumat lali, gue, angkatan gue, & guru - guru di SMP gue ngadain semacam acara kebersamaan, judulnya "Semalam Bersama Kelas 9". Itu adalah satu dari sekian banyak hal - hal paling manis dalam hidup gue.

Di situ kita dikasih motivasi berupa seminar, renungan, fun games, serunya lagi di satu kegiatan kita diajak nyanyi bareng - bareng, pake acara lompat - lompatan gitu. Makan malam - nya sangat cute. Di situ kita candle light dinner. Banyak meja digabung, & mejanya ditatakin daun pisang, dimana di atasnya terdapat banyak makanan. Di situ kita bener - bener makan rame - rame. Tanpa piring, tanpa sendok & garpu.

Sebelum tidur, kita sempet renungan. Di situ kita diingetin kalo doa restu orang tua itu yang nomor satu. Di situ kita juga diingetin buat lebih bersyukur. (Cukup menyentuh karna gue bisa dibilang agak - sedikit - kurang - mensyukuri hidup.) Jelas aja gue nangis. Tenang, gue gak freak banget dan nangis sendiri di antara temen - temen gue yang gak nangis. Ada juga beberapa temen gue yang nangis.

TAPI SAYANG.
Sebelah gue (Namanya Icha. Dia bilang kalo gue post di blog soal ini gue gak perlu sensor namanya. Ya udah nih, Cha. Gak gue sensor.) gak nangis sama sekali & ketawa - ketiwi. Dengan serunya dia malah nyanyi ngikutin lagu pengiring renungan, karna lagunya lagu Afgan. Denger dia nanyi, gue mulai gak kusyuk sama renungan.

Tapi gue tetep nangis, karna gue sangat melankolis. Gue bisa nangis mulai dari duduk bareng karna gue tau beberapa menit setelah gue duduk gue akan dibuat nangis dan terharu.

Sekitar jam setengah 12, gue dan teman - teman pun tidur.

Besoknya, kita senam pagi. Itu adalah senam ter-epic kedua yang pernah gue jalanin setelah senam sama La Sixieme yang dipimpin Mr. Deden. Selesai senam, kita sarapan, & main beberapa games. Sayangnya, sebelum fun games, gue & Bella dihukum karna telat dateng, dengan hukuman berupa NGEPEL. Tapi gak apa - apa, karna sama Bella, ngepelnya jadi seru.

Nah, ini dia bagian paling serunya. Fun Games.
Di sana, kita semua dibagi jadi beberapa kelompok buat main semua games yang ada. Di situ gue mulai sadar kalo kita udah gak peduli-in lagi yang namanya temen deket, atau "pacar" (ew), atau apa lah. Di situ semuanya kayak keluarga. Kerasa banget ya kekeluargaan-nya... (La Sixieme yang baca jangan nangis sekarang. Belom klimaks.) Kita main air, main tepung. Terasa penuh cinta, kehangatan, dan haru. Dilandasi kenangan kami setelah sekian lama bersama memulai, dan akan bersama mengakhiri...

PROK - PROK.
(Bukan suara ayam.)

Di hari itu gue mulai sadar kalo gue adalah salah satu dari mereka yang beruntung. Bisa punya temen - temen kayak gini. Belum tentu kalo setelah gue lulus SD 3 tahun yang lalu masuk SMP lain bakalan dapet angkatan dan guru - guru yang sebegini sweetnya. I feel so loved by God.

BERSAMBUNG.

Kenapa bersambungnya gede banget...

Senin, 15 April 2013

Kenangan Si Beruang


So, hello guys.

As what I've promised you, gue bakal jelasin latar belakang kenapa birthday surprise tanggal 15 April 2013 dari 9 Bung Tomo dan Aulia + Bella cukup mengejutkan buat gue.

Gue adalah satu dari sekian banyak orang cuek di dunia. Gue lebih suka bilang "ah bodo amat" ketimbang marah dan teriak - teriak kalo dijailin orang atau dikatain temen, that's why gak ada orang yang mau jailin gue. Because they know that jailin gue gak akan bikin mereka seneng.

Sikap gue ini udah menggagalkan 2 kali birthday surprise dari temen - temen gue. Pertama, waktu gue ulang taun ke 13.(waktu itu gue masih kelas 7) Temen - temen sekelas gue dengan sok cueknya nyuekkin gue, ngacangin gue, dan gak mau ngomong sama gue. Sayangnya, gue gak cukup peduli. Gue tetap stay cool, dan dengan asiknya malah seneng - seneng sama temen - temen di kelas sebelah (waktu itu kelasnya Aulia & Bella). Pada akhirnya, teman - teman gue sadar kalo trik surprise ulang taun dari mereka cukup agak sedikit gagal. Tapi gak apa - apa. Gue justru ngerasa seneng dan bersyukur, karna berarti temen - temen gue masih peduli sama gue. Thank you guys<3

Kedua, waktu gue ulang taun yang ke 14. Waktu itu gue masih kelas 8. Gue ulang taun di hari Minggu. Nah, malemnya gue, keluarga gue, dan beberapa teman gue dari gue kecil (Refin, Febi, Anvi, Yoan) ngerencanain buat makan malem bareng di suatu restoran. Gue dan keluarga gue sampe duluan. 10 menit, ke-empat temen gue gak dateng - dateng. Kemudian Febi, bbm gue dan ngelapor kalo mereka mendadak gak bisa dateng. Dengan cueknya gue bilang "ya udah", karna gue gak se-stupid yang mereka bayangkan. Pada akhirnya, mereka tetep dateng & kita ngumpul - ngumpul sampe malem.

Ketiga. Masih waktu gue ulang taun yang ke 14.  KEJADIAN INI SANGAT EPIC.
Temen - temen sekelas gue (+Sinchan) ngasih surprisenya beberapa hari setelah hari-Hnya ulang taun gue. Menurut gue, trik mereka ini sangat kuno. (Seandainya gue ada dalam proses perencanaan, mungkin gak bakal gini jadinya) So gini ceritanya...

Suatu pagi, gue duduk di depan kelas sendirian. Lagi bengong  bengong aja, gak jelas ngapain. Kemudian, satu persatu teman gue datang menghampiri gue, dan kita ngobrol bareng. Sampe akhirnya, seorang teman namanya Ayyas datang dengan sok asiknya teriak "Woy jadi gak kita kasih surprise ke Vidya?". Gue sih stay cool aja. Temen - temen gue panik. Waktu itu gue masih making low expectation.

Siangnya, gue lagi di kelas sendirian. Kalo gak salah nyelesain suatu tugas deh, tapi gue lupa tepatnya tugas apa. Tiba - tiba, seorang satpam di sekolah gue dateng ke kelas, dan bawa plastik isi gue tart. "Ini ada yang minta dianter kue ulang taun ya?" tanya satpam tersebut. GUE LAGI SENDIRIAN. Bingung mau jawab apa, gue iya-in aja. Gue bilang mending kuenya di taro di rak kelas gue.

Beberapa menit kemudian Sinchan dateng ke kelas gue, dan secara nggak jelasnya minta putus. Gue bingung mau ketawa, bilang "oh", atau pura - pura menjerit sakit hati. Jadi gue diem aja, dan bilang "oh, kenapa?" (karna gue tau itu cuma boongan)

Ini bagian serunya.
Lo inget post gue yang "Jauhkan Aku dari Mimpi Burukku"? Nah Sung Ha Jung yang ada di post itu, ada di sini lagi. Sung Ha Jung dengan dramatisnya berpura - pura berkelahi dengan Sinchan di depan kelas gue. Ceritanya Sung Ha Jung marah sama Sinchan karna mutusin cewek gak ada alesan yang jelas, dan mau belain gue. Waktu itu lagi istirahat. Gue yang lagi asik nyoret - nyoret buku bengong liatnya, sampe gue sadar gue harus melakuan seuatu, supaya gak awkward. KARNA GUE UDAH GAK KUAT NAHAN KETAWA. Akhirnya gue lari ke toilet. Di situ gue ngakak. Aulia ikut bingung, akhirnya dia ikut ke toilet, dan tertawa bersama gue. Absurd...

Gak lama kemudian, guru kelas gue waktu gue kelas 8 (Ms. Sari), dateng ke kelas, & bilang "kamu kenapa? kok mukanya sedih gitu?". Gue tidak merasa kenapa - napa, jadi gue bilang, "Hah? Gak kenapa - napa ah!". Tapi tetap saja, Ms. Sari maksa gue buat cerita di luar kelas, ceritanya supaya anak kelas gue gak nguping.

Waktu itu gue gak bisa nahan ketawa. Udah pasti, Ms. Sari bekerja sama dengan teman - teman sekelas gue + Sinchan buat bikin gue nangis waktu ulang taun. Masalahnya gue terlalu cuek dan kaku. Jadi awkward kan... Akhirnya, gue pura - pura aja sedih pas cerita ke Ms. Sari kalo Sinchan mutusin gue. Habis mau gimana lagi. Ini sih namanya jadi nipu satu sama lain... Habis gak seru juga kalo surprisenya telalu fail dan gak ada sisi dramatis dari gue nya. Ya udah gue belagak sedih aja deh.

Gue inget banget waktu itu yang secara terus menerus gue katakan adalah...
"AKU GAK SIAP MISS!!" ya ampun. Malu.

Sampai akhirnya, Sinchan datang baain gue boneka beruang, dan teman - teman sekelas gue keluar kelas bawain kue ulang taun. Yeay! Sisi dramatis gue bisa berakhir sekarang!

But, however it was, I was still so gratttteful. Birthday surprise is always a special thing. No matter its a happily thing, surprising thing, or a simple thing. Gue sangat berterimakasih pada teman - teman kelas gue (8 Copernicus), Ms. Sari<3, and Sinchan. You guys are great, and always great.

I feel so lucky that I have good friends. Thank God for everything.@>--


15 for The 15th.

SO HELLO GUYS.
Guess what, hari ini (tanggal 15 April 2013) gue ulang taun yang ke - 15. Ga kerasa ya, tau - tau 15 taun aja, udah kayak lagunya Taylor Swift. Dan secara tidak disangka, gue dapet banyak surprising surprise hari ini.

Yang bikin surprising adalah udah 3 kali gue menggagalkan birthday surprise yang temen - temen gue bikin buat gue. Tapi kali ini... biar gue ceritain dari awal.

So I woke up, and got birthday wishes from my mom and my dad, and also got SO MUCH MESSAGE from my friends. Sangat sweet, bukan? Bahkan ada satu temen gue namanya Binar, ngucapin selamat ulang taun sambil meng-upload foto cicak di twitter.(karna gue takut cicak) Tenang, itu berarti Binar peduli dan ingat gue terus. POKOKNYA THANK YOU, ALL!@>--

Siangnya, gue makan di kantin bareng Pipis (Nabilla Pisita), Yeni, & Aulia. Pas gue dan temen - temen gue lagi ngobrol, secara tiba - tiba Bella dan Sinchan dateng ngagetin gue, dan ngasih gue satu flashdisk. Bukan itu hadiahnya, tapi video yang ada dalem FD itu. Fine, gue bilang videonya bakal gue buka pas gue sampe rumah.

Abis makan siang, gue ke kelas, dan mendapat satu tas kertas berisi hadiah. Di dalemnya ada dress, sama hand sanitizer yang ada sarungnya, dan baunya wangi banget. Cute deh, sarungnya bentuk pinguin. Ah Bella sama Aul emang sweet<3 Belom selesai, gue juga dapet kartu ucapan (besar banget) isinya "HAPPY BIRTHDAY, VID!" dengan banyak wishes. Gambarnya sangat cute. Ada gambar kucingnya juga. (GAMBARNYA AULIA)

Menjelang jam pelajaran tambahan, gue mulai terkantuk - kantuk di kelas. GUe pun memutuskan buat duduk sendiri di kelas, dan siaga kalo gue tidur. Dengan posisi terkantuk - kantuk, gue bengong - bengong, and suddenly...

MY CLASSMATES CAME & MR. DEDEN BROUGHT ME A BIRTHDAY CAKE WITH CANDLES ON IT!<3

Masih gak nyangka...

Dengan tampang kaget, bingung, awkward, senang, dan terharu, gue ikutan nyanyi happy birthday, karna semuanya nyanyi happy birthday (begitu juga Jubaidah). Kemudian gue made a wish, dan meniup lilin - lilin di atas kue tersebut. Usai tiup lilin, gue dan teman - teman gue pun makan kue bersama.

Jujur gue terharu.
Honestly, I don't talk a lot at class with my classmates. (Well, banyak sih, tapi gak sebanyak dulu). I sometimes decide myself to be alone, and do something that keeps myself busy, so I won't be bored. Tapi mereka bisa - bisanya inget ulang taun gue, dan bawain gue kue ulang taun? I feel so loved, remembered, and respected. So grateful to have friends like them. That was just so touching. Thanks a lot, guys. You guys are all great. I love you from the bottom of my heart.

Dan ini pertama kalinya ada birthday surprise yang berhasil bikin gue kaget. Bakal gue ceritain kenapa dan latar belakangnya abis post ini deh.

Malemnya, gue makan malem bareng keluarga gue, and my two friends. It means, a lot. It makes me feel... special.

Jadi, intinya adalah gue mau bilang makasih ke Aulia & Bella (kadonya sangat cute, kartu ucapannya juga. Nanti gue pajang di kamar), 9 Bung Tomo (SURPRISENYA SANGAT CUTE. Thank you for the cake, the surprise, and everything. I love you, and its technically one of those cutest things that ever happened in my life.), & pastinya my mom, my dad, and my brother (thanks for all wishes, dinner, kisses, and everything. I love you.)

& most of all, for my savior, my best friend, my best listener, God. I thank God for everything. Thanks for these cute 15 years. I know you love me<3

Btw soal flashdisknya, itu isinya video berisi foto - foto gue, Bella, dan Aulia dari gue kelas 7, sampe foto baru - baru ini. Di situ juga mereka bikin wishes pake stop-motion, dan ada tulisan "We Love You". GUYS I LOVE YOU TOO!<3

#CuteMeIsCute










 

Me and My Freaky-Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review